Kuliner Pantai Panjang

Pantai Panjang, Bengkulu, sebenarnya salah satu pantai terindah. Ada beberapa alasan, pertama : bulir pasirnya sangat halus, jika kita berjalan bertelanjang kaki, pasirnya tidak akan mengotori kaki kita, begitu nyaman. Alasan Kedua, ombak yang sangat bersahabat, tidak terlalu besar tapi juga tidak terlalu kecil, hampir sama dengan Kuta. Ketiga, garis pantai yang panjang, sesuai dengan namanya Pantai Panjang. Hanya sayang pantai ini kurang dikelola kurang baik sehingga ada beberapa nilai minus: Pertama kotor, baik oleh sampah maupun oleh tumbuhan-tumbuhan liar. Kedua, Penjaja makanan sepanjang pantai yang tidak dikelola profesional sehingga terkesan berantakan dan tidak teratur. Ketiga: tidak tersedianya penjaga pantai, sehingga pengunjung dilarang untuk berenang di pantai ini. Salah satu potensi wisata yang terkesan terabaikan. Padahal dengan polesan sedikit, Bengkulu bisa menjadi obyek wisata pantai alternatif selain Kuta, Parangtritis, Pangandaran, Gili Terawangan dan lainnya.

Menikmati udara di pantai sore hari setelah aktivitas melelahkan sepanjang hari cukup menyegarkan. Cukup menyeberang jalan dari Hotel Raffles, kita dapat langsung menginjakkan kaki di pasir pantai. Di Pantai Panjang, sembari kita menikmati angin laut akan lebih afdol jika ditemani sebutir Kelapa Muda yang airnya dapat memanjakan tenggorokan kita. Apalagi air kelapa muda ini diberi beberapa butir es batu yang dapat juga mendinginkan hati kita.

Sebagai temannya paling pas adalah Jagung Bakar. Rasa Manis Pedas yang membalut jagung muda yang sudah manis ini benar-benar pas untuk kudapan sore hari di pinggir pantai. Tapi harus sedikit bersabar, untuk mendapatkan jagung bakar ini paling tidak kita harus menunggu sekitar 15 menit sebelum dapat tersaji di meja kita. Sebutir kelapa muda dan jagung bakar ini bisa kita nikmati dengan Rp. 10.500,-

Ada juga kuliner yang cocok di sore hari yang ditawarkan penjaja makanan di pantai panjang, Bakso Solo. Rasa basonya sebenernya biasa banget, lebih layak disebut cimol, karena isinya aci doang sama satu butir telur rebus. Kuahnya gelap penuh dengan kecap dan saos tomat… tapi karena dimakan di sore hari pas lagi laper-lapernya rasanya seolah luar biasa. Harganya 7000 perak.

Jika diolah dengan baik, tentunya Pantai Panjang ini akan menjadi tujuan wisata yang sangat menarik dari Bumi Rafflesia ini. Kita tunggu saja, mudah-mudahan event Festival Pantai Rafflesia yang akan diselenggarakan di pantai ini bulan September 2008 menjadi batu loncatan perbaikan pariwisata di Bengkulu…. Semoga…

Sumber: Klik disini

1 Response so far »

  1. 1

    nicho said,

    bravo bengkulu…..
    Sebenar nya kita tidak kalah dengan daerah lain kenapa sekian banyak tempat pariwisata kita di bengkulu belum begitu di banyak di kenal turis lokal maupun luar, yang saya harapkan dari bapak tolong di ekspos keluar pak… siapa tahu dengan banyak orang datang ketempat kita, satu lagi pak, pengelolaan nya belum begitu baik.

    sekali lagi bravo tu bengkulu


Comment RSS · TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: